Mandailing Natal, Suarasumateranews.com – Sesuai dengan Data Dapodik SMP Negeri 2 Batahan, Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara Nomor Pokok Sekolah Nasional 10257686, bahwa di TA. 2024 jumlah siswa sebanyak 206 siswa, sehingga Besarnya Dana BOS yang telah diterima di TA 2024 sebesar Rp.217.560.000, Adapun jumlah tenaga Pendidik sebanyak 18 orang, Rasio Guru dan Murid 1 : 11 Adapun Kepala Sekolah Sepsiah Nasution, demikian ujar Uba Nauli Hasibuan, S.H. Ketua NGO Lembaga Independen Pengawasan Pejabat & Aparatur Negara Sumatera Utara (LIPPAN SUMUT) dalam jupa PERS di Komplek Perkantoran Bupati Mandailing Natal Rabu (1/4-2026).
Lebih lanjut dikatakan bahwa Informasi yang diperoleh dari sejumlah orang tua siswa kepada NGO LIPPAN SUMUT via seluler, bahwa telah terjadi Dugaan Kuat Praktek Pungutan Liar (Pungli) kepada setiap siswa uang sebesar Rp.100.000,- untuk membeli Buku LKS ( Lembar Kerja Siswa) , sehingga Orang tua siswa merasa kebaratan atas tindakan Kepala Sekolah tersebut. Jika Rp.100.000,- persiswa di kali jumlah siswa sebanyak 206 di Tahun 2024 , maka jumlah yang dikutip sebesar Rp 20.600.000,-.
Apabila Perlakuan Koruptif ini berlanjut di Tahun Anggaran 2025, dengan jumlah siswa sebanyak 206 , maka Pihak Sekolah telah menerima Uang Buku sebesar Rp.20.600.000,-.sementara Pengadaan Buku LKS itu sudah DILARANG Khusus untuk Sekolah Negeri berdasarkan Permendikbud Nomor 8 Tahun 2026, Larangan ini mencakup penjualan, pengkoordiniran pembelian, dan pemaksaan pembelian oleh guru atau pihak sekolah. Kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi beban biaya pendidikan orang tua dan memastikan keadilan akses pendidikan karena ada untsur Pemaksaan, tegas Uba Nauli Hsb, SH.
Pengadaan Buku Mata Pelajaran sudah ditampung di dana BOS sebesar : Rp. 9.314.800,- ( Tahap 2 TA.2024 ), kemudian di Tahun 2025 Tahap Pertama sebesar Rp.12.150.000,- dan di Tahap 2 nya sebesar Rp.29.754.000,-sehingga Totalnya Dana BOS Buku untuk siswa di TA. 2024 dan 2025 sebesar Rp.51.218.800,-, Bila LKS terus menerus dibeli oleh Orang Tua Siswa, maka ada kemungkinan Buku BOS pun dipertanyakan “keberadaannya” terang Hasibuan.
Saat Wartawan menjumpai Kepala Sekolah SMP Negeri Batahan 2 di Banjar Aur Kamis (2/4-2026), maka Pihak Guru pun terkesan Kompak untuk berkilah bahwa kepala Sekolah tidak berada di Sekolah, sementara sejumlah Siswa kelas 9 mengatakan bahwa tadi Ibu Kepala Sekolah SMP masuk kok”.tutur siswi. (Sulton hrp)






