Pekanbaru,Suarasumateranews.com – Dinamika politik di tubuh Partai Buruh kembali menjadi sorotan.
Kali ini, gejolak datang dari Provinsi Riau setelah jajaran Executive Committee (EXCO) Partai Buruh Provinsi Riau secara resmi menyatakan pengunduran diri pada Ahad (28/6/2026) siang.
Langkah tersebut disebut sebagai bentuk sikap tegas atas kondisi internal partai yang dinilai sudah tidak lagi berjalan harmonis.
Keputusan pengunduran diri itu bukan sekadar keputusan pribadi, melainkan diklaim sebagai bagian dari arahan satu komando yang diikuti oleh jajaran kepengurusan di berbagai daerah.
Situasi tersebut memunculkan tanda tanya besar mengenai kondisi internal Partai Buruh di tingkat nasional serta dampaknya terhadap soliditas organisasi di daerah.
Ketua Exco Partai Buruh Provinsi Riau, Erick Suryadi R., A.Md., AAIJ menjelaskan bahwa keputusan tersebut dilandasi oleh tidak adanya lagi keharmonisan dalam hubungan internal kepengurusan pusat.
Menurutnya, kondisi tersebut telah memengaruhi semangat kebersamaan yang selama ini menjadi fondasi perjuangan partai.
“Atas arahan satu komando, kami menarik seluruh bentuk dukungan terhadap Partai Buruh. Bahkan, seluruh pengurus di tingkat kabupaten dan kota di Provinsi Riau juga menyatakan mengundurkan diri,” ungkap Erick.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa persoalan internal yang terjadi tidak hanya dirasakan di tingkat pusat, tetapi juga telah berdampak hingga ke struktur organisasi di daerah.
Jika benar seluruh pengurus kabupaten dan kota mengambil langkah serupa, maka hal ini menjadi salah satu dinamika politik paling signifikan yang dihadapi Partai Buruh di Riau dalam beberapa waktu terakhir.
Pengunduran diri secara kolektif tersebut diperkirakan akan memengaruhi keberlangsungan roda organisasi Partai Buruh di Provinsi Riau.
Di sisi lain, berbagai kalangan kini menunggu sikap resmi dari pengurus pusat terkait keputusan tersebut, termasuk langkah-langkah yang akan diambil untuk menyikapi gejolak internal yang berkembang.
Peristiwa ini juga menjadi perhatian publik karena menunjukkan bahwa kekompakan internal merupakan faktor penting dalam menjaga eksistensi sebuah partai politik.
Ketika komunikasi dan keharmonisan organisasi terganggu, dampaknya dapat berujung pada mundurnya para kader yang selama ini menjadi penggerak partai di daerah.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pengurus pusat Partai Buruh terkait pengunduran diri EXCO Partai Buruh Provinsi Riau beserta jajaran pengurus kabupaten dan kota.
Namun, perkembangan ini dipastikan akan menjadi salah satu isu politik yang menyita perhatian menjelang berbagai agenda politik ke depan. (Red)






